Friday, July 9, 2010

Kau Sahabat, Kekasih dan Teman

Ku harapkan sinar purnama hingga ke siang
Ku harapkan mimpi-mimpi bukan khayalan
Telah aku jelajahi seluruh benua
Mencari pengertian hidup yang sementara
Manusia beraneka ragam dan rupa
Ada yang jujur dan ramai berpura-pura
Ku sangka dalam ilmu dan pengetahuan ku
Tapi ada waktu ku terkeliru
Ku dambakan bukan sekadar yang dinamakan
Kekasih yang menemani ke sana sini
Ku dambakan sahabat dan teman setia
Rela bersama suka dan duka
Jadilah kau sahabat ku, kekasih dan teman
Hanya itu yang ku harapkan
Dalam susah dalam senang kita seiringan
Semoga ikatan berkekalan

Saturday, July 3, 2010

surat 1..

Kehangatan mentari ku rasakan..
Tak sehangat api perbalahan..
Ku ketuk pintu hati senyap & sunyi tiada jawapan ku perolehi..
Dinginnya malam ini bagai salju..
Tidak sedingin perasaanmu...
Kau sengaja membina dinding pemisah..
Di antara kita xlagi bersemuka...
Kekasihku...
Ku rasakan perlu minitip surat buat tatapanmu..
Kekasihku...
Tak mungkin ku tahu apa tersirat di hati kecilmu..
Andainya ada yang tersalah..
Maafkan saja..
Kerna kemaafan dendam yang terindah..

Thursday, June 24, 2010

Kenapa Wanita Menangis?? T_T

Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa ibu menangis?”
Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.”
“Saya tidak mengerti ibu,” kata si anak.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “dan kau  tak akan pernah mengerti…”
Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?”
“Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas,” sang ayah menjawab.“Semua wanita menangis tanpa alasan.”
Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?” Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar
jawapannya:

“Saat Ku ciptakan wanita, ia diharuskan menjadi seorang yang sangat istimewa.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar.
 
“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya.
Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak..?

“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

“Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”